PETUALANGAN ADA DI LUAR SANA
Menonton film ini membuat saya tersedot ke masa-masa saya kecil, masa di mana penuh impian, petualangan, dan sedikit bumbu kenakalan. Bercerita tentang seorang kakek renta bernama Carl yang semasa kecilnya memiliki impian untuk pergi ke sebuah tempat di Amerika Selatan, mimpi yang sama dengan teman wanitanya, Ellie, yang belakangan menjadi istrinya ketika dewasa, film ini menawarkan pesona 3 dimensi yang apik khas Disney.
Mimpi pasangan suami istri itu sayangnya tidak mampu terwujud karena satu dan berbagai hal, sampai akhirnya keduanya kalut dan melupakan impian itu, sampai pada istrinya jatuh sakit dan meninggal. Kecintaan dan kesetiaan Carl terhadap janji yang pernah ia ucapkan kepada istrinya membuatnya bersikeras tetap tinggal di rumahnya meskipun sekelilingnya sudah berubah menjadi tempat pembangunan, dan hal ini pulalah yang melahirkan ide yang abnormal, menerbangkan rumahnya ke tempat impian dia dan istrinya dengan menggunakan ribuan balon, saya suka bagian balon-balon ini, ciamik penuh warna, menyenangkan.
Petualangan menuju tempat tujuan pun semakin riuh ketika Carl mendapati Russel, seorang penjelajah hutan yunior, yang di Indonesia lebih populer sebagai pandu atau pramuka, burung aneh bernama Kevin, anjing aneh bernama Dug, dan idola masa lalu Carl yang kini berbalik menjadi musuhnya, Charlez Muntz.
Film ini membuat saya berpikir dua kali, bahwa impian adalah salah satu tonggak kehidupan, yang menggerakkan gerigi-gerigi semangat di dalam sukma, dan janji adalah tali kekang, kemudi agar kita sampai kepada impian, kemudi ini harus dijaga, agar dalam perjalanannya tidak berubah haluan, apalagi menjauhi tujuan. Dan kebersamaan, adalah pelengkap racikan agar petualangan penuh rasa dan warna, untuk sekadar melepas tawa, atau malah melepas duka.
haduh, spoiler banget nih tulisannya.
[Reply]
@dodi
saya bisa dikemplangi bloger lain kalo copas, apalagi tanpa mencantumkan sumber…
[Reply]
copas kah tong?
aku suka temany
freedom
sayang gada bioskop T_T
[Reply]