SAAT REHAT DAN MELEPAS PENAT SEJENAK.

klan-koran-altSore ini tidak biasa, pohon-pohon bercahaya di ujung jalan seiring matahari yang mulai pulang, meninggalkan warna keperakan. Di situ ada pohon lamtoro, petai cina, dan beringin kecil yang rindang, semuanya berkilau, memercikkan sedikit keceriaan, seriang anak-anak yang bernaung di bawah mereka.

Anak-anak itu berkelakar tentang siapa dengan sepeda terbaik yang akan memenangi kontes. Ah, iya 17 Agustus berarti lomba-lomba, di mana tua-muda dan pria maupun wanita bisa sejenak menghela nafas dari rutinitas dan belenggu kehidupan sehari-hari, melupakan sejenak harga cabai yang melonjak dan bayaran sekolah anak yang tertunggak.

Denyut semarak malahan sudah mulai terasa seminggu sebelumnya. Ada warga yang mengecat ulang gapura, ada meteran tali yang sepajangnya sudah dipasangi plastik bendera. Seminggu sebelumnya lapangan dekat balai warga sudah mulai ramai bapak-bapak latih tanding bulutangkis, seminggu sebelumnya juga ibu-ibu bertanya sana-sini bagaimana cara membuat tumpeng yang baik dan benar. Seminggu sebelumnya pula remaja karang taruna sibuk rapat mengenai agenda acara di hari H.

17 Agustus, pada tanggal itu seolah semua kegiatan rehat sejenak, mungkin khidmat dengan peringatan proklamasi, atau mungkin sekadar melepas penat. Yang jelas sehari ini, jalan-jalan ibukota disulap menjadi lengang, bebas, merdeka. Sehari ini pula kita memerdekakan waktu, mengganti waktu yang kerap diserap pusara rutinitas, yang menjadi batas untuk kita mengenal sekitar dan batas untuk bermain sampai puas.

Di tanggal itu, 17 Agustus, kita merayakan apa yang dulu diperjuangkan oleh kaum kita, sekrup-sekrup kecil perjuangan, dan oleh jutaan masyarakat yang memiliki keesaan cita-cita, yakni kemerdekaan.

_____

gambar diambil dari sini.

Siteous and share