Saya ingat kutipan yang diambil dari @wisdomgokil yang berbunyi :
Hidup dan mati itu ada di tangan Tuhan, tapi kita yang memengang goloknya.
Lucu dan sinis karena setahu saya hidup dan mati itu ketentuan yang tidak bisa diubah lagi, kalau sudah waktunya ya sudah… tewas. Tapi saya merenung tentang kutipan itu setiap kali pergi dan pulang sekolah. Kebetulan sekolah saya dekat dengan jalur kereta api, sehingga setiap saya terhalang oleh palang saya bisa melihat bagaimana kondisi kereta yang sedang berjalan, ada pedagang asongan, perempuan bergelantungan, sampai penumpang di atap yang angin-anginan. Ngeri buat saya, pilihan buat mereka. Menurut saya ya mereka itu yang ‘memegang golok’ atas hidup mereka sendiri, hidup dan mati tergantung hoki. (more…)



